Kendari (Humas MAN ICK) -- Kultur literasi yang hidup, masif, dan mengakar kuat di jantung institusi pendidikan MAN Insan Cendekia Kota Kendari kembali membuahkan apresiasi dan pengakuan tingkat regional yang sangat membanggakan. MAN Insan Cendekia Kota Kendari sukses menorehkan pencapaian monumental setelah dinobatkan sebagai lembaga dengan jumlah peserta terbanyak dalam perhelatan akbar Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Tahun 2026, dengan total partisipasi luar biasa yang mencapai 205 peserta di bawah naungan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.
Penghargaan ini dianugerahkan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi yang ditunjukkan oleh madrasah dalam menggerakkan gelombang literasi secara masif. Angka partisipasi sebanyak 205 peserta didik bukanlah sekadar deretan statistik kuantitatif, melainkan manifestasi nyata dari terbangunnya kesadaran kolektif yang mendalam di lingkungan MAN IC Kota Kendari bahwa penguasaan kaidah kebahasaan, ketajaman literasi, dan keterampilan komunikasi tingkat tinggi merupakan fondasi utama dalam melahirkan peradaban intelektual yang unggul dan bermartabat.
Proses pelaksanaan UKBI Adaptif bagi ratusan peserta didik ini dikelola secara disiplin, terstruktur, dan penuh antusiasme membara. Hal ini membuktikan bahwa semangat literasi di madrasah tidak pernah berhenti pada tataran retorika, melainkan bertransformasi menjadi aksi nyata yang hidup di setiap ruang kelas dan ruang belajar. Keberhasilan menghimpun ratusan peserta ini juga menjadi cerminan harmonisnya orkestrasi antara kepemimpinan visioner pimpinan madrasah, dedikasi tanpa lelah para guru pembimbing, serta motivasi internal yang tinggi dari para peserta didik itu sendiri.
Kepala MAN Insan Cendekia Kota Kendari, Ismail Z. Betawi, S.Pd., M.Pd., menyambut penghargaan istimewa ini dengan penuh rasa syukur yang mendalam serta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika yang telah ambil bagian. Beliau menegaskan bahwa capaian monumental ini adalah bukti konkret komitmen madrasah dalam merawat dan membumikan kecintaan terhadap bahasa negara.
"Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga atas anugerah penghargaan yang diberikan kepada MAN Insan Cendekia Kota Kendari sebagai lembaga dengan partisipasi peserta terbanyak dalam pelibatan UKBI Adaptif, yakni mencapai 205 peserta. Angka ini adalah lambang dari denyut nadi literasi yang hidup di madrasah kita. Sebuah bukti bahwa anak-anak didik kita memiliki kesadaran tinggi untuk mengukur, menguji, dan menyempurnakan kemahiran berbahasa Indonesia mereka secara profesional. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru, pembimbing, dan seluruh anak-anakku tercinta atas antusiasme yang luar biasa ini. Semoga pencapaian ini kian memperkokoh tradisi literasi di bumi civitas akademika kita," ungkap Ismail Z. Betawi penuh kebanggaan.
Dianugerahkannya predikat sebagai institusi dengan partisipasi terbanyak semakin mengukuhkan reputasi MAN Insan Cendekia Kota Kendari sebagai mercusuar pendidikan berkarakter dan pusat keunggulan di Bumi Anoa. Di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital yang kian masif menggerus identitas budaya, madrasah terus konsisten berdiri di barisan terdepan dalam melahirkan generasi cendekia yang paripurna, tidak hanya cemerlang menguasai sains modern dan teknologi mutakhir, tetapi juga memiliki akar kecintaan yang kokoh terhadap identitas bangsa melalui penguasaan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan berwibawa.
Komentar (0)
Belum ada komentar yang ditampilkan.